Mengenal
Sejarah dan Manfaat Internet dalam Pembelajaran
Oleh :
auroranurinayah@gmail.com
A. Pengertian Internet
Menurut Harjono dalam (Rohman,2017) Internet
dapat diartikan sebagai kumpulan dari beberapa komputer, yang bahkan dapat
mencapai jutaan computer di seluruh dunia dan dapat saling berhubungan serta
saling terkoneksi satu sama lainnya. Agar komputer dapat terkoneksi antar satu
sama lain, maka diperlukan media untuk saling menghubungkan antar computer.
Media yang digunakan itu bisa menggunakan kabel/serat optic, satelit, atau
melalui sambungan telepon.
Menurut Shahab dalam (Rediana,2010) Internet
merupakan sistem global jaringan computer yang sangat besar, yang terdiri dari
jutaan perangkat komputer yang berhubungan menggunakan standar Transmission
Control Protocol/ Internet Protocol (TCP/IP) untuk melayani miliyaran pengguna di
seluruh dunia.
Menurut Onno W. Purbo dalam bukunya yang
berjudul “Teknologi Informasi dan Komunikasi” menjelaskan bahwa internet adalah
suatu media yang digunakan untuk mengefisiensikan proses komunikasi menggunakan
aplikasi seperti website,email atau voip.
Jadi, internet itu merupakan sebuah
jaringan terbesar komputer karena dengan internet, jaringan komputer dapat menjangkau
segala hal yang ada di penjuru dunia. Misalnya dalam hal berkomunikasi, kita
yang berada di Negara Indonesia bisa berkomunikasi melaui jaringan internet
dengan mereka yang berada di berbagai negara lainnya karena dihubungkan dengan
adanya satelit atau dengan adanya Internet Protocol/ Transmission Control
Protocol(IP/TCP).
B. Sejarah
Internet
1. Sejarah
Internet di Dunia
Sejarah Internet dimulai pada tahun
60-an, ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian
tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa
program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan
komputer yang menggunakan saluran isik yang berbeda. Salah satu solusi yang
muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada
teknik packet switching, data atau ile berukuran besar yang akan dikirim
melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil
agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan
packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation),
Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru
dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset
Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk
membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT,
Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan
pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA)
dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969.
Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang bergabung, yakni
University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total
terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi
ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang
tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti
ARPANET dan X.25, para penggemar komputer juga mengembangkan teknik jaringan
sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik
ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon,
radio, kabel jaringan lokal LAN yang secara isik sangat berbeda dapat
berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media isik jaringan mendorong
pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan
internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi
satu menjadi jaringan komputer maha besar.
2. Sejarah
Internet di Indonesia
Sejarah internet Indonesia bermula pada
awal tahun 1990- an. Saat itu, jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal
sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad
Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo
adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia (tahun
1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahlian dan dedikasinya
dalam membangun fondasi jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Tulisan-tulisan awal mengenai Internet
di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan amatir radio pada tahun 1986, khususnya
di Amatir Radio Club (ARC) ITB. Bermodal pesawat radio pemancar Single Side
Band (SSB) Amatir Radio Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dan
komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV), belasan anak muda ITB seperti
Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), dan Suryono
Adisoemarta (N5SNN) berguru pada para senior amatir radio seperti Robby
Soebiakto (YB1BG), almarhum Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) melalui band
amatir radio 40 m atau 7 MHz. Mereka mulai mendiskusikan teknik membangun
jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket. Robby
Soebiakto yang waktu itu bekerja di PT. USI IBM Jakarta merupakan pakar di
antara para amatir radio di Indonesia, khususnya di bidang komunikasi data
packet switching melalui radio yang dikenal sebagai radio paket. Teknologi
radio paket TCP/IP untuk Internet kemudian diadopsi oleh rekan-rekan Robby
Soebiakto di BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan
PaguyubanNet antara tahun 1992-1994.
Pada tahun 1988, melalui surat pribadi,
Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo yang saat itu berada di Hamilton,
Ontario, Kanada untuk mendalami teknik jaringan Internet berbasis protokol
TCP/IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa masa depan teknologi
jaringan komputer di dunia akan berbasis pada protokol TCP/IP. Hal ini yang di
kemudian hari memicu penulisan buku-buku jaringan komputer Internet berbasis
TCP/IP oleh Onno W. Purbo maupun rekan-rekan penulis lainnya di Indonesia untuk
memandaikan rakyat Indonesia akan teknologi Internet.
C. Manfaat
Internet dalam sebuah Pembelajaran
Menurut Nasution dalam (Rediana,2010)
mengungkapkan bahwa internet memberi manfaat atau keuntungan dalam semua bidang
misalnya bisnis, akademis(pendidikan), pemerintahan, organisasi, dan lain
sebagainnya. Beberapa manfaat yang diperoleh dari internet antara lain :
komunikasi interaktif, akses ke pakar, akses ke perpustakaan, pertukaran data,
dan kolaborasi. Aktivitas yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan
internet, seperti e-commerce, e-banking, e-government, e-learning, dan lainnya.
Salah satu yang berkaitan dengan proses
pembelajaran adalah e-learning. E-learning adalah wujud penerapan teknologi
informasi di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-learning merupakan
usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah
dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.
Dengan adanya internet ini,
sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat dapat
diakses. Internet juga memungkinkan seseorang di Indonesia dapat mengakses
perpustakaan di Luar Negeri dalam bentuk digital library. Internet akan
membantu dalam penyelesaian penelitian dan tugas akhir mahasiswa, dengan cara
tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar. Tanpa Internet, mungkin
akan banyak tugas akhir,tesis dan disertasi yang membutuhkan waktu lebih banyak
lagi untuk dapat menyelesaikannya.
Internet ini sangat bermanfaat bagi
akademisi atau sebuah proses pembelajaran karena melalui internet akan
mempermudah dalam mencari sumber atau referensi,jurnal, maupun hasil penelitian
yang dipublikasikan dalam jumlah yang berlimpah. Para Mahasiswa tidak lagi
harus mencari buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas
kuliahnya. Mahasiswa dapat memanfaatkan search engine untuk mencari
materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date. Internet
juga bermanfaat bagi para pengajar dalam mengembangkan profesinya, karena
dengan dengan internet dapat : a) meningkatkan pengetahuan, b) berbagi sumber
diantara rekan sejawat antara rekan sejawat, c) bekerjasama dengan pengajar di
luar negeri, d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, e)
mengatur komunikasi secara teratur, dan f) berpartisipasi dalam forum-forum
local maupun internasional. Pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber
bahan belajar mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus
online dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk siswa
atau peserta didiknya serta dapat menyampaikan ide-idenya. Manfaat internet
bagi pendidikan di Indonesia, yaitu : akses ke perpustakaan, akses ke pakar,
perkuliahan online, layanan informasi akademik, menyediakan fasilitas mesin
pencari data, menyediakan fasilitas diskusi, dan yang sering kita gunakan saat
ini adalah menyediakan belajar mengajar secara daring atau jarak jauh.
D. Cara
Menggunakan Internet atau Etika dalam Penggunaan Internet
1. Etika
dalam berkomunikasi lewat Internet, yang dimaksud adalah kondisi dimana terjadi
antar individu “face to face” dalam sebuah dialog, misalkan komunikasi disini melalui
email. Hal-hal yang dilarang adalah :
a. Jangan
terlalu bertele-tele.
b. Perlakukan
email secara pribadi.
c. Hati-hati
dalam dalam menggunakan huruf atau kalimat.
d. Jawab
secara logis dan masuk akal.
2. Etika
dalam menerima sebuah informasi dalam internet. Hal-hal yang perlu diperhatikan
adalah :
a. Keaslian
informasi atau berita yang diterima.
b. Verifikasi
terlebih dahulu, menjauhkan dari adanya berita atau informasi hoax.
c. Jangan
mudah percaya terhadap berita atau informasi yang belum jelas.
3. Etika
dalam bermain sosial media dalam internet. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam penggunaan sosial media ialah :
a. Jangan
mudah menyebarluaskan informasi.
b. Jangan
mudah menyebarluaskan kegiatan pribadi.
c. Jangan
mudah mengupload foto pribadi.
d. Jangan
mudah percaya terhadap informasi yang tersebar di sosial media.
4. Etika
dalam permainan online dalam internet. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
bermain game atau permainan online, yaitu :
a. Jangan
terlalu lama bermain, karena dapat merusak fungsi otak,mata atau yang lainnya
b. Jangan
mudah memberikan pesan yang belum jelas.
c. Harus
pandai-pandai mengatur waktu.
Daftar Pustaka :
Purbo, O. W. (2009). Teknologi Informasi dan
Komunikasi. Jakarta: Kementrian Negara Riset dan Teknologi.
Setiyani, R. (2010).
PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR. JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI
DINAMIKA PEMDIDIKAN, 117-133.
Susanto, A. (2009). Pengenalan
Ilmu Komputer. Bekasi: Komunitas e-Learning.
Talika, F. T. (2016).
Manfaat Internet sebagai Media Komunikasi Remaja. Jurnal Pendidikan,
33-35.