RINGKASAN
"Pembuatan Video mengenai Kesetaraan Gender"
Perempuan merupakan sumber daya yang jumlahnya cukup besar, bahkan di seluruh dunia melebihi jumlah laki-laki. Namun perempuan yang berpartisipasi di sektor publik berada jauh di bawah laki-laki, terutama di bidang politik dan pendidikan. Rendahnya partisipasi perempuan di sektor publik bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk juga di negara negara maju.
Sebagai contoh dalam bidang politik, sampai saat ini kaum perempuan belum terlalu dominan dalam sebuah kontribusi organisasinya masih banyak laki laki dibandingkan dengan perempuan dalam pemilihan, ketua partai, caleg, atau tatanan politik lainnya, sedangkan dalam bidang pendidikan kaum perempuan masih tertinggal dibandingkan dengan laki-laki. Dengan adanya kesetaraan gender ini diharapkan nantinya kaum perempuan dan laki laki disamakan tanpa ada yang dilemahkan satu sama lainnya.
Dahulu kaum perempuan seringkali dianggap remeh oleh beberapa sektor atau bidang, misalkan dalam pendidikan seringkali menganggap bahwa perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi cukup laki laki saja yang mendapatkan pendidikan terbaik, padahal nyatanya perempuan ataupun laki laki mereka sama, mereka sama sama perlu mendapatkan standarisasi yang tinggi dalam bidang sektor apapun terutama bidang pendidikan, terlebih perempuan akan menjadi madrasah pertama bagi anaknya yang tentu perlu adanya bekal pengetahuan yang lebih dan tinggi juga, akan tetapi sayangnya, di masyarakat kita belum terlalu berpikir kesana kebanyakan masih berpikir pada pemikiran zaman dahulu yang tidak terlalu mewajibkan kaum perempuan untuk terlalu fokus dalam pendidikan karena laki laki lah yang nantinya akan bertanggung jawab dalam keberlangsungan rumah tangga, padahal lebih indah jika kita sama sama saling mengisi, saling melengkapi dan saling tukar pengetahuan untuk menguatkan satu sama lain.
Tujuan kita mengangkat isu ini pun semata-mata untuk menyadarkan bahwa kaum perempuan tidak boleh lemah, kaum perempuan tidak bolah kalah, kita harus bisa membuktikan bahwasanya kaum perempuan juga dapat kuat, tangguh dan memiliki hak dalam hidupnya entah itu untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, untuk dapat meraih kesuksesannya dan untuk keberlangsungan keluarganya.
Story Board
(Pembuka) Perkenalan Kelompok
Peralatan :
- Tripod
- Smartphone
Anggota Kelompok memperkenalkan
diri dan mempersembahkan sebuah video.
Menyesuaikan
Scene 1:
Potret mencari pekerjaan
- Tripod
- Smartphone
Nadya bertemu
denga Sherli dan Aurora di perjalanan saat ia akan melamar pekerjaan. Lalu bertegur sapa dan bertanya alasan Nadya tidak melanjutkan pendidikan. Pagi hari
Isi
Scene 2:
Potret kelelahan mencari pekerjaan dan
pulang dari kampus.
- Tripod
- Smartphone
Pulang darimencari pekerjaanNadya bertemudengan kakaknyayaitu Aditya.Nadya mengeluhkarena ia belum mendapatkan pekerjaan namun,Aditya tidak mengindahkan keluhan dari adiknya itu karena Aditya melarang adiknya untuk bekerja ataupun melanjutkanpendidikan. Sore Hari
Scene 3:
Potret diskusi pemecahan masalah
- Tripod
- Smartphone
Nadya, Sherli danAurora berdiskusi mengenai pemecahan masalah nadya. Siang Hari diTaman
Penutup
Scene 4:
Potret penyelesaian masalah Nadyadengan Aditya
- Tripod
- Smartphone
Nadya mengkonsultasikan permaslahan dirinya dengan Aditya agar dapatkerja atau kuliahsesuai denganyang ia inginkan.Akhirnya Aditya menyetujui keputusan NadyaSore Hari